RA. KARTINI PIONEER USULAN QURAN TERJEMAH PADA GURUNYA KIAI SOLEH DARAT // HABIS GELAP TERBITLAH TERANG ADPOSI DARI QURAN ;;





M.PSY PHD

css experience

Revisi Kalender Julian - Gregorian ;; non-kabisat

1 hari = 24 jam (presisi) || 1 bulan = 30 hari

🗓️ Jumat Legi, 1 Juli 0007

00 : 00 : 00:000
Spiderman

WARNING !!!

KONTEN SENSITIF KOMINFO /

MUI TUHAN MAHA KUASA SERTIFIKAT HALAL KUDETA PANCASILA PEMEGANG OTORITAS TERTINGGI SEGALA FATWA LEBIH BERKUASA DARI SANG PENCIPTA :: UU ITE :: PASAL PENISTAAN & PELECEHAN AGAMA DAN TUHAN [AHRIMAN ANGRA MAINYU [MATAHARI KEGELAPAN] PRODUCTION HOUSE MELIDUNGI AGAMANYA] ;; JAHILIYYAH ARABIC GURUN PASIR MIGRASI KE NUSANTARA SINCE KUDETA 30 SEPTEMBER 1965 ;; MENJADI NEGERI PALING JAHILL SE ALAM SEMESTA ///

KOMINFO ATAU SIAPA PUN APARAT KEPARAT MANA PUN YANG BERKOMPETEN DENGAN BISNIS HUKUM KETERTIBAN ;; TANGKAP GUE NDAK PUNYA ETIKA MORALITAS BERBAHAHASA DENGAN BAIK DAN BENAR // DELIK SUBVERSI NGATAIN ORANG ANJING DENGAN DENDA DAN PENJARA // SUPAYA KALIAN NDAK DIMAKI ANJING YATOW ///



KALO KALIAN PUNYA OTAK ;; GUE NDAK PERLU CAPEK CAPEK NULIS // DAN MIKIR

MANUSIA LUPA DIRI NDAK BEDA DENGAN BOT [TAI] NDAK PUNYA KESADARAN HUMAN :: HOMO HOMINI LUPUS // BENCI FIRAUN TAPI JADI FIRAUN // BENCI SETAN NDAK PERNAH TAU JIKA AGAMA ADA NGAJARI SETAN MBELER PALING NGEYEL ;; JUSTRU JADI SETAN BERLAGAK TUHAN MAHA BENAR //



Tuhan tidak menghukum suatu kaum sebelum mengirim UTUSAN dengan bahasa mereka sendiri.




MASABODO DENGAN KAMU ATAU MEREKA SEMUA ;; HIDUP DAN MATIMU URUSAN ELU MASING MASING

GUWEH CUMA MO NULIS CATATAN PRIBADI BWAT DIRI SENDIRI ;; MATI ESOK PAGI ATAU ENTAH KAPAN KELAK HIDUP LAGI NDAK PERLU SYUSAH SUSYAH NANYA :: "URIP OPO TO IKI KOQ SANSOYO ORA GENAH". KEK JOYOBOYO TERLAHIR KEMBALI SELALU KETEMU JAMAN EDYIAN //


Saya tidak menyuruh mu bertobat ;; itu bukan urusan ku.

saya tidak datang sebagai nabi membuat ajaran baru ;;
tidak pula datang untuk mengadili orang hidup dan mati ;;

tetapi menjadi saksi bagi perbuatan mu //


Kamu bisa diam. Bisa tertawa. Bisa membantah.
Tapi jangan bilang nanti bahwa kamu tidak diberi tanda.


====








I AWAKEN :: AL BAQARAH 30 //

Jumat, 30 Januari 2026

LIRBOYO KEDIRI

Pondok Pesantren Lirboyo, didirikan oleh KH Abdul Karim pada 1910 di Kota Kediri, Jawa Timur, adalah salah satu pesantren salaf terbesar dan tertua di Indonesia. Dengan puluhan ribu santri, Lirboyo menjadi pusat pendidikan kitab kuning yang berafiliasi kuat dengan Nahdlatul Ulama. Berikut adalah poin-poin penting mengenai Pondok Pesantren Lirboyo: Pendiri & Lokasi: Didirikan tahun 1910 oleh KH Abdul Karim di Desa Lirboyo, Mojoroto, Kota Kediri. Karakteristik: Merupakan pesantren salaf yang berfokus pada kajian kitab kuning. Pendidikan: Memiliki ribuan santri (sekitar 40.000-50.000) dan mencakup berbagai tingkat pendidikan, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah hingga Ma'had Aly. Pengasuh: Saat ini diasuh oleh KH Anwar Manshur, yang merupakan sesepuh Nahdlatul Ulama. Peran: Memiliki peran strategis dalam pendidikan agama dan sejarah perjuangan di Jawa Timur. Lirboyo juga dikenal dengan kemandiriannya, di mana pembangunan sarana prasarana sering dilakukan secara swadaya, meskipun kini sudah terdapat fasilitas modern seperti rusunawa. Pondok Pesantren Lirboyo didirikan pada 1 Januari 1910 M oleh K.H. Abdul Karim yang saat ini berada di bawah pimpinan salah satu cucunya, K.H. M. Anwar Manshur. Pondok pesantren yang berlokasi di Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri ini berafiliasi kuat kepada organisasi Nahdlatul Ulama dan berdiri sebagai pesantren berbasis salaf, yakni pesantren yang menekankan pada kemampuan membaca dan mengkaji kitab salaf (kitab kuning). Pesantren ini menjadi salah satu pesantren terbesar di Indonesia dan menjadi salah satu pusat studi Islam sejak puluhan tahun sebelum kemerdekaan Indonesia. Bahkan di peristiwa-peristiwa kemerdekaan, Pesantren Lirboyo selalu terlibat dalam pergerakan perjuangan dengan mengirimkan santri-santrinya ke medan perang, seperti Pertempuran 10 November di Surabaya.[1][2]Awalnya Pondok Pesantren Lirboyo hanya memakai sistem seperti sorogan dan bandongan, tetapi sejak tahun 1925 M terpaut 15 tahun setelah berdirinya Pondok Pesantren Lirboyo, Pondok Pesantren Lirboyo-pun mengadopsi sebuah sistem pendidikan ber-kelas (sistem madrasah) yang dinamakan Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien yang tetap eksis hingga saat ini.[3] Sejarah Pondok Pesantren Lirboyo didirikan oleh K.H. Abdul Karim yang pada mulanya bertempat tinggal di Desa Lirboyo (sekarang Kelurahan Lirboyo) pada tahun 1910 M. Sebelum menetap di Desa Lirboyo, ia mengajar di Pondok Pesantren Tebuireng asuhan K.H. M. Hasyim Asy'ari yang juga menjadi teman sebaya ketika berguru di Syaikhona Kholil Bangkalan, lalu K.H. Abdul Karim menikah dengan Nyai Khodijah binti K.H. Sholeh dari Banjarmlati, Kediri. Sejak pernikahan itulah K.H. Abdul Karim menetap di Desa Lirboyo. Berpindahnya K.H. Abdul Karim dari Tebuireng ke Desa Lirboyo disebabkan oleh adanya dorongan dari mertuanya (K.H. Sholeh) dengan harapan agar syi'ar dan dakwah Islam menjadi lebih luas.[4] Kemudian atas keinginan dan inisiatif dari K.H. Abdul Karim, dengan didukung oleh mertuanya, maka K.H. Abdul Karim mendirikan sebuah pondok untuk mengajarkan dan menyebarkan ajaran Islam kepada siapapun yang ingin mencari ilmu. Santri pertamanya bernama Umar dari Madiun, lalu Yusuf, Sahil, dan Somad dari Magelang, dan Syamsudin dari Gurah, Kediri. Hari demi hari hingga bertahun-tahun, Pondok Pesantren Lirboyo semakin banyak memiliki santri dan mulai dikenal oleh warga baik di Kediri maupun dari luar Kediri.[5] Pada tahun 1913, K.H. Abdul karim membangun sebuah masjid di dalam wilayah pondok dengan tujuan sebagai sarana beribadah. Hingga saat ini, masjid tersebut masih ada dengan tetap bernama Masjid Lawang Songo, sebab jumlah pintu (lawang) masjid itu berjumlah sembilan.[4] Hingga saat ini, keberadaan Pondok Pesantren Lirboyo sangat berkembang pesat menjadi pusat studi Islam klasik ala pesantren yang usianya sudah menginjak lebih dari satu abad. Dalam peristiwa-peristiwa sejarah Indonesia, Pondok Pesantren Lirboyo selalu terlibat dan ikut andil dalam pergerakan perjuangan dengan mengirimkan santri-santrinya ke medan perang seperti peristiwa Pertempuran 10 November di Surabaya.[4] Sebagai salah satu pusat pendidikan agama Islam, Pesantren Lirboyo selalu mencetak kader-kader generasi agama dan bangsa yang mumpuni dalam berbagai bidang di dalam disiplin ilmu agama. Selain itu Pondok Pesantren Lirboyo juga tetap berpegang teguh pada pendidikan salaf (tradisional) dengan mengharmonisasikan antara budaya yang mampu mengisi modernisasi, serta telah terbukti bahwa Pondok Pesantren Lirboyo sudah melahirkan banyak tokoh-tokoh yang salih dalam bidang keagamaan, sekaligus salih dalam bidang intelektual. A Habiburrahman Kontributor Download PDF Kediri, NU Online Jatim Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri merupakan tempat menimba ilmu dan sekaligus saksi sejarah perlawanan Indonesia melawan bangsa asing. Pasalnya, ada santri yang pernah ikut aksi heroisme melucuti tentara Jepang dan memerangi Pasukan Sekutu. Secara umum, Indonesia pernah mengalami berbagai masalah usai memproklamasikan kemerdekaan. Misalnya, negara ini sempat kedatangan tentara Belanda bersama Pasukan Sekutu dan Inggris di Surabaya yang mengakibatkan terjadinya peristiwa 10 November. Sumber: https://jatim.nu.or.id/kediri-raya/profil-pondok-pesantren-lirboyo-dan-kisah-heroik-santri-fa9WL ___ Download NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap! https://nu.or.id/superapp (Android/iOS) Sejumlah santri dari Pondok Pesantren Lirboyo menjadi pejuang yang hadir untuk menangani permasalahan tersebut. Di bawah komando Resolusi Jihad NU, para ulama berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Profil Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Dilansir dari tirto.id, Pondok Pesantren Lirboyo beralamat di Desa Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. KH Abdul Karim, ulama yang berasal dari Magelang telah mendirikan Pondok Pesantren Lirboyo pada tahun 1910. Sumber: https://jatim.nu.or.id/kediri-raya/profil-pondok-pesantren-lirboyo-dan-kisah-heroik-santri-fa9WL ___ Download NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap! https://nu.or.id/superapp (Android/iOS) KH Abdul Karim mulanya memutuskan untuk menetap di Desa Lirboyo pada tahun tersebut. Hal itu dilakukannya tidak lama usai anak sulungnya yang bernama Hannah melahirkan putri pertama. Hannah merupakan anak dari pernikahan KH Abdul Karim dengan Nyai Khodijah (Dlomroh), putri Kyai Sholeh Banjarmelati. Hal yang membuat KH Abdul Karim pindah ke Desa Lirboyo adalah dorongan dari Kyai Sholeh. Kyai Sholeh ingin agar menantunya itu menebar syiar Islam di Lirboyo. Dulunya desa tersebut dikenal angker yang rawan kejahatan, dan diharap dengan kehadiran KH Abdul Karim akan terjadi perubahan. Kehadiran Ponpes Lirboyo telah mengubah wajah desa menjadi lebih baik. Ponpes ini mengalami perkembangan yang pesat sebagai lembaga pendidikan dan bertahan sampai sekarang. Pengasuh ponpes tersebut juga terus mengalami perubahan. Misalnya, KH Marzuqi Dahlan mulai mengasuh pada 1954-1975. Selanjutnya, diteruskan oleh KH Mahrus Aly (1975-1985), KH A Idris Marzuqi (1985-2014), dan KH M Anwar Mansyur (2014-sekarang). Pondok Pesantren Lirboyo memiliki total 17 unit. Di antaranya Pondok Pesantren HM Mahrusiyyah, Salafy Terpadu Ar-Risalah, Darussalam, Darussa'adah, Al-Baqoroh, HM Lirboyo, HM Antara, Haji Ya'qub, dan sebagainya. Baca Juga KH Kafabihi Mahrus Lirboyo: Persatuan Hendaknya Terus Jadi Karakter Bangsa Pondok Pesantren Lirboyo Kediri memfokuskan pendidikan keagamaan, ilmu sosial masyarakat, dan nilai-nilai salafiyah. Pihaknya berharap agar santri bisa melestarikan perjuangan ulama dan mengembangkan penyiaran Islam. Untuk menunjang kegiatan pendidikan agama di sana, kini terdapat asrama santri yang berjumlah 585 kamar. Kemudian, ada juga gedung sekolah dengan ruangan sebanyak 245. Pondok Pesantren Lirboyo juga memiliki fasilitas berupa laboratorium bahasa dan komputer, perpustakaan, auditorium, warung dan kantin, dapur umum, fasilitas MCK, dan mini market. Ada juga sarana kesehatan yang dibuka untuk publik di Rumah Sakit Umum Lirboyo. Kisah Heroik Santri Lirboyo Melawan Penjajah Mengutip dari laman NU Online, perjuangan para santri Pesantren Lirboyo Kediri melawan penjajah itu sudah terjadi sejak awal kemerdekaan. Saat itu, Mantan Sodanco Pembela Tanah Air (PETA) Mayor Mahfud memberitakan tentang kemerdekaan Indonesia kepada KH Mahrus Aly. Pasca informasi tersebut muncul, santri-santri langsung mengadakan pertemuan di Masjid Pondok Pesantren Lirboyo. Mereka yang hadir menyepakati aktivitas pelucutan terhadap tentara Jepang. Ada sebanyak 440 santri yang ikut serta dalam penyergapan malam hari. Mereka menjalankan tugas untuk melawan penjajah ini di bawah pimpinan Abdul Rakhim Pratalikrama, KH Mahrus Aly, dan Mayor Mahfud. Lokasi pelucutannya adalah Markas Kompitai Dai Nippon yang jaraknya sekitar 1,5 kilometer dari arah timur pesantren. Kini Indonesia memanfaatkan bangunan itu sebagai Markas Brigif 16 Kodam V Brawijaya. Selain itu, kisah santri Lirboyo melawan penjajah juga mencakup perjuangan lewat Resolusi Jihad. KH Hasyim Asy'ari dari ormas Islam NU sempat mengumandangkan resolusi pada akhir Oktober 1945. Situasi di Surabaya saat itu sedang ramai dikunjungi Pasukan Sekutu, termasuk Belanda. Demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia, para ulama pun berniat melawan penjajah. Salah satu pihak yang ikut andil dalam perjuangan tersebut yaitu santri dari Pondok Pesantren Lirboyo. KH Mahrus Aly sebagai pemimpin mengajak santrinya berangkat ke Surabaya dengan modal truk dan senjata sederhana. Mereka menorehkan catatan apik dalam perang, misalnya berhasil mendapatkan sembilan senjata lawan. Bahkan, semua santri yang terlibat dalam perang bisa kembali tanpa korban. Adapun pertempuran di Surabaya ini memuncak pada 10 November 1945 silam. Masyarakat Indonesia sekarang mengenang peristiwa tersebut sebagai Hari Pahlawan Nasional. Editor: Yulia Novita Hanum Kontributor: A Habiburrahman Sumber: https://jatim.nu.or.id/kediri-raya/profil-pondok-pesantren-lirboyo-dan-kisah-heroik-santri-fa9WL Pondok pesantren yang berlokasi di Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri ini berafiliasi kuat kepada organisasi Nahdlatul Ulama dan berdiri sebagai pesantren berbasis salaf, yakni pesantren yang menekankan pada kemampuan membaca dan mengkaji kitab salaf (kitab kuning). ___ Download NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap! https://nu.or.id/superapp (Android/iOS) Pondok Pesantren Lirboyo terkenal sebagai salah satu pesantren salafiyah (tradisional) terbesar dan tertua di Indonesia yang berfokus pada ilmu agama klasik, melahirkan ribuan ulama dan tokoh bangsa, berperan aktif dalam perjuangan kemerdekaan RI, memiliki tradisi kuat seperti Pencak Dor, serta menjadi benteng keilmuan dan karakter santri yang relevan hingga kini. Alasan Lirboyo Terkenal: Pusat Pendidikan Salaf Klasik: Terkenal dengan penguasaan ilmu agama mendalam, khususnya fiqih, tafsir, hadis, dan ilmu alat (gramatika Arab). Sejarah dan Perjuangan: Santri Lirboyo turut serta dalam pertempuran heroik melawan Jepang dan Belanda (10 November 1945 di Surabaya) di bawah komando Resolusi Jihad NU. Benteng NU dan Ulama: Menjadi pusat penting bagi Nahdlatul Ulama (NU) dan melahirkan banyak kiai, ulama, serta pemimpin bangsa. Tradisi Unik: Memiliki tradisi khas seperti Pencak Dor (seni bela diri santri) dan tradisi musafahah (bersalaman dengan guru setelah Jumat) yang mempererat hubungan guru-murid. Jumlah Santri Besar: Merupakan salah satu pesantren terbesar dengan puluhan ribu santri dari seluruh penjuru negeri, menjadikannya kekuatan pendidikan Islam yang signifikan. Simbol Karakter: Dari desa yang dulu dikenal angker, Lirboyo menjadi simbol keselamatan dan pusat peradaban Islam Nusantara, menjaga nilai-nilai luhur dan akhlak santri. Singkatnya, Lirboyo adalah pesantren legendaris yang menggabungkan pendidikan agama klasik yang kuat dengan kontribusi nyata bagi bangsa dan masyarakat, menjadikannya mercusuar ilmu dan tradisi.
Share:

0 Comments:

Posting Komentar

SHRINE: AL-WAQIYYAH

SOPO SING WANI SING BAKALE NGERTI - GET BLACK OR BLEACH
[ AL-BAQARAH 30 : DOKTRIN KHALIFAH ]

"Aku adalah Dia dalam tugas Khalifah. Bukan akuisisi Firaun, melainkan manunggalnya debu dengan Sang Nafas (Ahura Mazda)." [cite: 2026-01-25]

SYSTEM STATUS: MAQOM MAKSUM REACHED. JOULE STABLE.
DORODASIH 1994 // KRONOS BRENTI DI TENGAH [cite: 2026-01-25]

Popular Posts

FOREX SATU SATUNYA CARA CEPAT MENCAPAI KEMAKMURAN DAN KESEJAHTERAAN SECARA MASSAL.

www.forexobos.com - forex untuk kehidupan yang lebih baik.

MITRA FBS INDONESIA



MITRA FBS BROKER REBATE 90% / LOT DITRADINGKAN.
BERGABUNG SEKARANG.


Mengenai Saya

Foto saya
Semua orang berpendapat "TIDAK ADA MANUSIA SEMPURNA" >:: slogan berikutnya :: "Saya bukan siapa siapa" >:: penolakan dari eksistensialisme Cartesians ;; bikin jadi tidak peduli diri sendiri >:: "Cogito ergo Sum" [ aku berpikir maka aku ada :: kamu tidak berpikir maka kamu tidak ada :: Si non putas, non exsistis. ] - Agama diturunkan sebagai pelajaran untuk meraih Kesempurnaan menjadi MANUSIA SEJATI.
Terminator Terminator

[ DETEKSI HALU : STATUS MANGKRAK ]

"Gae dite sopo lek? Ngutang maneh? Siji bae rung wujud." [cite: 2026-01-25]

ANTI-HUTANG SYSTEM: JOULE HARUS HASIL LAKU SENDIRI.
Powered By Blogger